Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA secara nasional pada tanggal 16-19 April 2012. Kemendiknas telah membuat slogan UN 2012 yaitu “Jujur Berprestasi”. Melalui slogan ini, Kemendiknas berharap UN 2012 berjalan lancar tanpa kecurangan, rekayasa, dan hasil yang diterima murid adalah benar-benar menunjukan kemampuan asli murid tersebut. Beberapa LSM bahkan kader-kader partai politik ikut meramaikan hajat UN 2012 dengan memeringatkan Kemendiknas agar membuktikan slogan UN 2012 yang sudah dibuatnya.
Berbagai pemberitaan tentang kekhawatiran, kecemasan, kritikan atas ketidakjujuran, dan sebagainya mengalir deras hampir di seluruh media. Media cetak maupun elektronik, lokal maupun nasional, memberitakan hal serupa, salah satunya Kompas.com. Selasa (17/4) Kompas.com memposting sebuah tulisan menarik berjudul “UN yang Menyedihkan.”
Tulisan yang dibuat seorang bernama Robert Bala ini sangat menarik. Mengapa demikian? Karena fenomena UN dari tahun-ketahun selalu diwarnai dengan isak tangis murid dalam doa bersama dan istighosah menjelang UN. Bahkan tidak jarang murid yang tidak begitu peduli dengan orang tua tiba-tiba bersujud dan membasuh kaki orang tuanya seraya meminta doa agar dimudahkan menghadapi UN. Kondisi seperti itu tentu saja positif, menurut Robert Bala. Namun pertanyaannya, mengapa harus sampai demikian? Tidakkah tersirat kesedihan tersebut dilatarbelakangi ketidaksiapan murid menghadapi UN yang setiap tahun menjadi momok mengerikan bagi murid secara nasional.
UN di SMA Terpadu Baiturrahman
Persiapan murid kelas XII SMA Terpadu Baiturrahman terlihat matang. Persiapan kognitif mereka sudah berjalan sejak mereka masuk ke kelas XII. Satu minggu menjelang UN, kelas XII dikelompokan dalam kegiatan pemadatan dengan metode “Tutor Sebaya.” Tutor sebaya berarti satu murid membimbing murid lainnya pada mata pelajaran yang dia kuasai. Diharapkan metode ini mampu membantu pemahaman konsep bagi murid-murid yang diajari, dan mereview ulang bagi murid yang ditunjuk jadi tutor.
Persiapan mental menjadi persispan yang sudah dikuatkan sejak mereka memulai aktifitas pembelajaran di Baiturrahman. Persiapan mental mencakup ketangguhan psikologis murid dan kekuatan kedekatan dengan Allah swt. Murid sudah terbiasa dengan aktifitas ritual seperti sholat tahajud, doa, tilawah Quran, dan sebagainya. Satu hari menjelang UN, seluruh murid kelas XII berkeliling ke rumah guru-guru dan wali santri yang mukim meminta maaf sekaligus meminta doa agar dilancarkan dalam UN. Mereka juga meminta maaf dan doa dari seluruh adik kelasnya. Bahkan kepada para petugas dapur, satpam, dan karyawan lainnya, mereka tak sungkan meminta maaf dan meminta doa yang sama.
Empat hari UN berlangsung dengan tenang dan lancar di SMA Terpadu Baiturrahman. Hari pertama, senin 16/4, mata pelajaran diujiankan adalah Bahasa Indonesia. Hari ke-dua, selasa 17/4, mata pelajaran diujiankan adalah Bahasa Inggris dan Fisika. Hari ke-tiga, rabu 18/4, mata pelajaran diujiankan adalah Matematika. Dan terakhir hari ke-empat, kamis 19/4, mata pelajaran diujiankan adalah Kimia dan Biologi. Alhamdulillah di empat hari tersebut UN berjalan lancar, tanpa hambatan.
SMA Terpadu Baiturrahman menjamin hasil Ujian Nasional murid-muridnya 100% murni hasil siswa. Sekolah bertanggung jawab menghantarkan murid sampai gerbang UN. Sekolah sudah mengupayakan berbagai usaha untuk membangun kesiapan murid menghadapi UN, baik kesiapan kognitif maupun kesiapan mental. Setelah itu, murid-muridlah yang harus mempertanggung jawabkan kemampuannya masing-masing. Panitia dan pengawas memastikan identitas murid tidak terjadi kesalahan. Untuk memastikan keaslian jawaban, setelah selesai pengerjaan soal UN, lembar jawaban langsung dipack dan di segel langsung di ruang ujian oleh pengawas ruangan dan disaksikan oleh pengawas independen. Setelah itu seluruh lembar jawaban peserta UN SMA Terpadu Baiturrahman ini diserahkan kepada panitia gugus di sekolah induk yang ditunjuk. Penyerahan hasil UN diserahkan petugas dan Pengawas Independen.
Seluruh warga SMAT Baiturrahman, baik murid, guru, kepala sekolah, maupun wali santri dan pengurus berharap mudah-mudahan hasil UN tahun ini sesuai dengan harapan. Seluruh murid lulus dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Amin. (adh).